Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, Bakom Soroti Kerugian Konsumen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349332/original/015347100_1789522353-IMG_3842.jpg)
Kementerian Pertanian menemukan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar kandungan vitamin sesuai label. Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya dugaan penipuan di mana produk dipasarkan sebagai beras fortifikasi namun kandungannya tidak sesuai, sehingga merugikan konsumen terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan penderita stunting.
Selain masalah mutu, ditemukan praktik penggelembungan harga yang ekstrem. Rata-rata harga jual mencapai Rp23.385 per kg dari harga wajar Rp13.689 per kg, dengan kasus tertinggi merek WFO yang dijual Rp57.600 per kg. Atas temuan ini, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dan Kejaksaan Agung mendorong penegakan hukum tegas, termasuk penyidikan tindak pidana korupsi jika ditemukan indikasi terkait.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.29
Polri Akan Proses Hukum Kasus Temuan Beras Fortifikasi Abal-abal
Detik.com · 15 September 2026 pukul 13.23
Izin Usaha Produsen Beras Fortifikasi Abal-abal Segera Dicabut!
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 10.47
Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Produsen Beras Fortifikasi Palsu Temuan Kementan
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.35
Cek! Mentan Amran Buka-bukaan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
Berita terkait
Cek! Mentan Amran Buka-bukaan Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.35
Dugaan Kasus Beras Fortifikasi Abal-Abal, Bakom Minta Pelaku Diumumkan ke Publik
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 07.36
Daftar Lengkap Beras Fortifikasi Abal-abal
Detik.com · 16 September 2026 pukul 06.30
Wamenkum: 25 Merek Beras Fortifikasi Terindikasi Dugaan Tindak Pidana Penipuan
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 17.15