Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI dorong masyarakat menghormati rupiah sebagai simbol negara

Bank Indonesia (BI) mendorong masyarakat tidak hanya menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran, tetapi juga menghargainya sebagai simbol kedaulatan negara. Direktur BI Budi Sudaryono menyampaikan hal ini dalam diskusi Rupiah untuk Indonesia Berdaulat di Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 di Jakarta. Menurutnya, penghormatan terhadap rupiah sejalan dengan sikap menghormati bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rupiah memiliki proses panjang mulai dari bahan baku kapas, pembuatan kertas uang, pencetakan, hingga distribusi ke seluruh Indonesia melalui jaringan BI dan perbankan. Proses ini menjadi alasan bagi masyarakat untuk bersyukur dan memperlakukan rupiah dengan baik.

Budi mengajak masyarakat untuk memiliki tiga sikap terhadap rupiah: cinta, bangga, dan memahami cara memperlakukannya dengan bijak. Penghormatan ini juga terkait dengan upaya menjaga kedaulatan moneter Indonesia. Dengan kewenangan mengatur jumlah dan peredaran rupiah, Indonesia dapat menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Budi menekankan bahwa tanpa rupiah yang berdaulat, ekonomi Indonesia tidak dapat berjalan dengan lancar.

BI berharap dengan sistem pembayaran yang stabil dan ketersediaan rupiah yang memadai, stabilitas ekonomi dapat terus terjaga. Penghormatan masyarakat terhadap rupiah dianggap bagian dari upaya memaknai dan menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia, bukan sekadar persoalan simbolik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait