Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

BI: Kenaikan Surplus Perdagangan Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$ 3,55 miliar pada Agustus 2026, naik dari surplus Juli 2026 sebesar US$ 0,12 miliar, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Bank Indonesia menilai kenaikan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian. Surplus tersebut didorong oleh peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas. Neraca perdagangan nonmigas mencapai surplus US$ 6,09 miliar, didukung oleh ekspor nonmigas yang naik menjadi US$ 25,62 miliar, terutama dari komoditas sumber daya alam seperti nikel, logam mulia, dan produk kimia. China, Amerika Serikat, dan India menjadi tujuan ekspor utama. Defisit neraca perdagangan migas turun menjadi US$ 2,54 miliar dari US$ 2,98 miliar sebelumnya. Dari Januari hingga Agustus 2026, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 7,25 miliar.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyatakan optimisme terhadap prospek perdagangan Indonesia, meski menyadari potensi dampak fluktuasi harga minyak global. Pada Juli 2026, perdagangan Indonesia mencatatkan surplus US$ 120 juta setelah sebelumnya mengalami defisit pada Mei-Juni 2026. Bakrie menekankan bahwa produk ekspor unggulan Indonesia seperti tekstil, alas kaki, elektronik, furnitur, dan produk hiliris mineral kritis seperti bauksit, aluminium, dan stainless steel memiliki potensi untuk terus tumbuh. Menurutnya, pemerintah yang mendukung komoditas ekspor serta nilai tambah yang ditingkatkan menjadi faktor kunci keberhasilan ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait