BI: Prospek ekonomi global belum kuat, ketidakpastian tetap tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyatakan prospek ekonomi global 2026 masih lemah dengan pertumbuhan sekitar 3 persen dan inflasi sekitar 4 persen. Harga minyak mentah naik hingga 132 dolar AS per barel akibat tensi perang Timur Tengah, sebelum turun di bawah 100 dolar pada September 2026. Fed Funds Rate AS naik menjadi 3,75-4 persen dengan peluang kenaikan tambahan, sementara yield US Treasury meningkat akibat defisit anggaran AS besar. Ketidakpastian pasar keuangan tetap tinggi dan investasi portfolio menghindari emerging market, menahan indeks mata uang dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.08
BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Masih Melambat
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.00
Bos BI Sebut Ekonomi Global Masih Loyo, RI Bagaimana?
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 09.05
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,32% ke Level 6.297
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
Berita terkait
Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS dan Harga Minyak
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.39
Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
kumparan · 10 September 2026 pukul 06.35
Harga Minyak Dunia Mendidih dalam Sepekan, Solar Tembus Rekor Tertinggi
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Naik 7% dalam Sepekan Imbas Perang AS-Iran
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 08.40