BI proyeksikan The Fed naikkan suku bunga sekali lagi di triwulan IV
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya satu kali lagi pada triwulan IV 2026. Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen pada 16 September 2026. Kenaikan ini dipicu oleh tekanan inflasi global yang mencapai 4,6 persen, terutama akibat lonjakan harga komoditas energi di tengah konflik Timur Tengah, di mana harga minyak mencapai 125,53 dolar AS per barel pada 24 September.
Kondisi ini menyebabkan penguatan dolar AS dengan indeks DXY mencapai 101,11, yang memicu aliran modal keluar dari negara berkembang kembali ke negara maju. Meskipun prospek ekonomi global 2026 dinilai suram, perbaikan diperkirakan terjadi pada 2027. Menghadapi situasi ini, Bank Indonesia berkomitmen menjalankan kebijakan moneter yang mengutamakan stabilitas eksternal guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 13.33
BI Ramal The Fed Naikkan Bunga Lagi, Berdampak ke RI?
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 15.30
Tak Ikut AS, BI Ungkap Alasan Tahan Suku Bunga Acuan
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 14.20
Gubernur BI: Setiap Kenaikan Suku Bunga 25 Bps, Ekonomi Akan Turun 0,1 Persen
Berita terkait
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.02
BI Ungkap Kondisi Ekonomi RI di Era Suku Bunga Tinggi
Detik.com · 23 September 2026 pukul 17.48
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52