BI Sebut Ekonomi 2026 Masih Suram, Ramal Tahun Depan Mulai Membaik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memperkirakan prospek ekonomi global pada 2026 masih terlihat suram akibat konflik geopolitik yang belum mereda, seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah. Konflik tersebut mendorong kenaikan harga komoditas, khususnya minyak dan gas, sehingga inflasi global diproyeksikan mencapai 4,6 persen. Untuk merespons tekanan inflasi, bank sentral global termasuk The Fed takhtak suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026, mendorong flight to quality ke aset aman seperti dolar AS dan emas. Fenomena higher for longer ini memberikan tekanan pada negara berkembang seperti Indonesia melalui aliran modal yang berkurang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.05
Pilihan Sulit BI Selamatkan Rupiah Tanpa Korbankan Ekonomi RI
Detik.com · 29 September 2026 pukul 06.30
Alasan Bank Indonesia Tak Naikkan Bunga Acuan
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 20.30
Mata Uang Iran Anjlok ke Level Terendah dalam Sejarah
Berita terkait
BI Sebut Ekonomi Global 2026 Masih Suram, Ramal 2027 Mulai Membaik
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.51
Suku Bunga AS Berpotensi Naik Lagi, Bos BI Beber Dampaknya
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 08.30
Bos BI Sebut Ekonomi Global Masih Loyo, RI Bagaimana?
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.00
Destry Damayanti Bicara Arah Kebijakan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.18