BI Sebut Ekonomi Global 2026 Masih Suram, Ramal 2027 Mulai Membaik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memperkirakan perekonomian global akan tetap tertekan pada 2026 akibat konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah. Konflik ini mendorong kenaikan harga komoditas, terutama minyak dan gas, sehingga inflasi global mencapai 4,6 persen. Tekanan inflasi ini mendorong bank sentral, termasuk The Fed, untuk menaikkan suku bunga, yang berdampak pada flight to quality atau aliran modal ke aset aman seperti dolar AS dan emas. Fenomena higher for longer ini memberi tekanan pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pada 2027, prospek ekonomi global diperkirakan membaik seiring merosotnya ketegangan geopolitik. Bank Indonesia memproyekkan pertumbuhan ekonomi global mencapai 3,4 persen, naik dari sekitar 3 persen pada 2026. Proyeksi ini didukung oleh Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan 2,8 persen pada 2027, dan IMF yang memproyeksikan 3,4 persen, konsisten dengan pandangan BI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.05
Pilihan Sulit BI Selamatkan Rupiah Tanpa Korbankan Ekonomi RI
Detik.com · 29 September 2026 pukul 06.30
Alasan Bank Indonesia Tak Naikkan Bunga Acuan
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
Berita terkait
BI Sebut Ekonomi 2026 Masih Suram, Ramal Tahun Depan Mulai Membaik
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.51
Suku Bunga AS Berpotensi Naik Lagi, Bos BI Beber Dampaknya
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 08.30
Bos BI Sebut Ekonomi Global Masih Loyo, RI Bagaimana?
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.00
Bos BI Lihat Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Tumbuh Cuma 3 Persen
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 04.45