BI Sebut Penjualan Surat Berharga Bank Akan Diserap Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2536729/original/051400000_1544924130-151218-BI-Raih-Penghargaan_v.jpg)
Bank Indonesia (BI) menilai pengurangan surat berharga bank tidak akan otomatis meningkatkan pasokan pasar uang karena mekanisme pasar uang akan menyerap likuiditas antarbank. Direktur BI Alexander Lubis menjelaskan bank yang butuh likuiditas lebih memilih transaksi repo daripada menjual SSB secara besar-besaran. BI akan memantau dampak kebijakan melalui indikator seperti volume transaksi repo dan aktivitas pasar uang. Sementara itu, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 4,9%-5,7% dengan ketahanan eksternal kuat, didukung surplus perdagangan, aliran investasi portofolio asing, dan cadangan devisa US$ 145,3 miliar pada Juni 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 14.01
Insentif KLM Tembus Rp447 Triliun, BI Evaluasi Batas Likuiditas 19%
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.13
BI Serap Rp24 T dari Hasil Lelang SRBI, Imbal Hasil Turun
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 15.31
BI berharap likuiditas bank terdistribusi lebih merata lewat KLM PPU
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Menguat 0,17%, Dolar AS Ditutup di Level Rp17.685
Berita terkait
BI Naikkan Insentif KLM Maksimal 6% Mulai 1 September
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 13.25
Populer: RI Terjebak Middle Income Trap; El Nino Hantam Pertanian
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 05.00
Top 3: Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Calon Gubernur BI
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 23.30
Tantangan Destry Menjaga BI Tetap Kredibel di Tengah Tekanan Ekonomi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.34