BI Tak Tinggal Diam Rupiah Anjlok! Masuk ke Pasar, Langsung Intervensi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) turunkan rupiah pasca kekhawatiran tekanan inflasi global dan risiko fiskal. Pada 29 September 2026, rupiah turun 0,19% ke Rp18.000/US$. BI aktif intervensi melalui NDF offshore, spot, dan DNDF domestik serta pembelian SBN. Erwin Gunawan Hutapea menyatakan BI konsisten memastikan stabilitas nilai tukar. Instrumen swap dan DNDF mendapat insentif menambah pendanaan luar negeri. Cadangan devisa mencapai USD146,5 miliar akhir Agustus 2026, sementara rupiah lemah 0,67% quarter-to-date.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 13.20
Rupiah Jatuh Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Tiga Jalur
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
kumparan · 29 September 2026 pukul 11.34
Rupiah Melemah Tembus Rp 18 Ribu per Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.52
BI Pangkas Intervensi Rupiah di Pasar Spot, Kini Tinggal 30 Persen
Berita terkait
BI Buka Suara! Beberkan Penyebab Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.15
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.970
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.04
Bos BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.54
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.04