Rupiah Melemah Tembus Rp 18 Ribu per Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah menembus Rp 18.014 per dolar AS pada Selasa (29/9) dengan turun 36 poin atau 0,20 persen. Penyebab utama adalah kekhawatiran tekanan inflasi global dan risiko fiskal, terutama kenaikan harga minyak di atas USD 108 per barel akibat belum kesepakatan pembukaan Selat Hormus yang memicu ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS. Yield US Treasury 10 tahun mencapai 5,23 persen, level tertinggi sejak 2007. Tekanan tambahan datang dari kebutuhan valas importir akhir kuartal III serta arus keluar dana dari emerging markets. Bank Indonesia menyiapkan intervensi melalui NDF, spot, DNDF, dan pembelian SBN sambil menjaga kecukupan likuiditas. Secara quarter-to-date, penurunan rupiah terbatas 0,67 persen, sementara cadangan devisa mencapai USD 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.15
BI Buka Suara! Beberkan Penyebab Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 13.20
Rupiah Jatuh Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Tiga Jalur
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 12.31
Rupiah Tembus Rp 18.000, BI Buka Suara
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
Berita terkait
BI Tak Tinggal Diam Rupiah Anjlok! Masuk ke Pasar, Langsung Intervensi
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.35
Bos BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.54
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
BI-Rate Ditahan di 5,75% Dinilai Tepat, Jaga Penyaluran Kredit hingga Rupiah
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.19