BI Tegaskan Intervensi Spot di Pasar Valas Dilakukan sesuai Dinamika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa intervensi spot di pasar valuta asing (valas) dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dinamika pasar. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G Hutapea, menjelaskan bahwa komposisi intervensi spot sekitar 30 persen yang pernah disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI bersifat historis dan tidak menjadi target mutlak dalam pelaksanaan intervensi. Menurutnya, jika pasar mengalami ketidakseimbangan antara supply dan demand, BI sebagai otoritas akan turun tangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Cadangan devisa BI pada akhir Agustus 2026 mencapai USD 146,5 miliar, naik dari USD 145,3 miliar pada akhir Juli 2026. BI menegaskan komitmennya tetap kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen, termasuk spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Non-Deliverable Forward (NDF).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 18.53
Kurs Rupiah Berbalik Menguat 82 Poin, Intervensi BI Dinilai Berbuah Manis
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.30
BI Pastikan Transaksi Spot Tetap Jadi Senjata Utama Jaga Stabilitas Rupiah
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 14.56
Bukan Melarang, Ini Alasan BI Batasi Pembelian Dolar AS
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 14.11
BI menegaskan intervensi spot tetap dilakukan sesuai dinamika pasar
Berita terkait
Cadangan Devisa Agustus Naik USD1,2 Miliar Ditopang Utang Luar Negeri
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 11.50
PR Bank Indonesia, Eks Menkeu Jokowi Soroti Kondisi Cadangan Devisa Indonesia: Tak Besar-Besar Benar
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 02.20
BI Tegaskan Intervensi Spot di Pasar Valas Dilakukan sesuai Dinamika
JawaPos · 30 September 2026 pukul 15.46
BI Beberkan Strategi Jaga Rupiah, dari Likuiditas hingga Daya Tarik Aset
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 13.46