Harga Minyak Dunia Tembus USD 100/Barel, Pasokan Timur Tengah Masih Terganggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia mencapai USD 100 per barel pada 9 September, naik sekitar 25 persen sejak awal Agustus akibat eskalasi konflik AS-Iran dan serangan Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi Arab Saudi. Konflik ini memperparah kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur kritis ekspor minyak. Pasokan global sudah berkurang selama berbulan-bulan, sementara cadangan strategis AS turun ke level terendah sejak 1982 dengan 289,7 juta barel. IEA telah melepas 400 juta barel dari cadangan darurat, dengan sekitar tiga perempatnya sudah dikeluarkan untuk menstabilkan pasokan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 10 September 2026 pukul 07.47
Harga Minyak Melonjak Kamis Pagi: Brent Tembus USD 101, WTI Naik ke 97
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 15.28
Harga Minyak Dunia Sentuh US$ 100 di Tengah Konflik AS-Iran
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.02
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 07.20
Harga Emas Tembus US$ 4.400, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Berita terkait
12 Negara Batasi Dagang dengan Israel, Harga Minyak Memanas Nyaris USD 100/Barel
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.34
6 Bulan Perang AS-Iran, Negara Konflik Kuasai 43% Pasokan Minyak Dunia di 2026
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 07.58
Harga Minyak Dunia Naik ke US$89, Pasar Ragukan Kesepakatan AS-Iran
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.28
Alert! AS Mulai Serangan Skala Besar ke Iran, Berlangsung 2 Jam
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.56