Bos The Fed Buka Peluang Suku Bunga Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261660/original/026801400_1781753160-AP26168685605168.jpg)
Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh menyuarakan kekhawatangan atas inflasi AS yang masih tinggi pada sidang di Jackson Hole, Wyoming pada 28 Agustus 2026. Meskipun data inflasi musim panas terlihat lebih baik, Warsh menyatakan belum cukup membuktikan tren inflasi membaik secara signifikan. Ia mengisyaratkan suku bunga bisa dinaikkan lagi jika tidak ada kemajuan berarti, tanpa memberi sinyal spesifik atau forward guidance. Pasar saham naik, sementara imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun melonjak 8 basis poin ke 4,31%. Probabilitas kenaikan suku bunga September meningkat menjadi 55,7%, naik 20 poin dari sebelumnya. Warsh optimistis dengan perekonomian AS yang kuat, mendukung AI dan belanja dunia yang stabil. Ia menolak terlampaui forward guidance, berharap pasar lebih fokus pada data ekonomi daripada pernyataan Fed.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 16.00
Inflasi AS Masih 3,7 Persen, Bos The Fed Bilang Terlalu Tinggi
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
BI Tahan Suku Bunga di 5,75% untuk Jaga Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Kredit
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 22.15
Arah Suku Bunga Dunia Terbelah, Fed Diprediksi Bertahan, ECB dan BoJ Diperkirakan Naik
Berita terkait
Bos The Fed Sebut Masih Punya Pekerjaan Rumah Atasi Inflasi
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.11
Inflasi Tahunan AS Juli 2026 Sentuh 3,4%
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 20.20
Harga Emas Hari Ini Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.47
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 7 Agustus 2026: Termahal Tembus Rp 2,3 Juta
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.42