Inflasi AS Masih 3,7 Persen, Bos The Fed Bilang Terlalu Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Federal Reserve AS Kevin Warsh menyatakan inflasi masih terlalu tinggi meski ekonomi kuat dan pasar tenaga kerja stabil. Dalam 12 bulan terakhir, inflasi berada di 3,7 persen, bahkan mencapai 4,1 persen dalam enam bulan terakhir, jauh di atas target tetap The Fed sebesar 2 persen. Penilaian ini disampaikan dalam Simposium Ekonomi Jackson Hole pada Jumat, 29 Agustus.
Warsh menekankan bahwa para pembuat kebijaman harus yakin inflasi dasar benar-benar menuju target dengan cepat. Meski angka pengeluaran konsumsi pribadi dan indeks harga konsumen pada musim panas ini lebih baik dari perkiraan, data belum cukup meyakinkan untuk menyimpulkan perbaikan tren yang signifikan. The Fed masih perlu bertindak jika inflasi tidak bergerak cepat menuju sasaran.
Di sisi lain, Warsh menilai pasar tenaga kerja tetap konsisten dengan lapangan kerja penuh, dengan tingkat pengangguran 4,1 persen yang rendah secara historis. Ia juga menyinggung potensi kecerdasan buatan (AI) sebagai faktor produksi baru, yang berkembang lebih cepat dari perkiraan dua tahun lalu. The Fed terus memantau dampan AI terhadap ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.11
Bos The Fed Sebut Masih Punya Pekerjaan Rumah Atasi Inflasi
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 17.47
Bos The Fed Buka Peluang Suku Bunga Naik
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 12.01
Video: Jika Suku Bunga The Fed Belum Dipangkas, Ini Efeknya ke BI Rate
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 06.24
Harga Emas Hari Ini Melesat Tersengat Permintaan ETF hingga Bank Sentral
Berita terkait
Lapangan Kerja AS Susut 23.000, Tingkat Pengangguran Turun Jadi 4,1%
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 20.56
Harga Emas Hari Ini Melonjak Setelah Harga Minyak Tertekan
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 06.40
Perang Trump Hantam Amerika, Ekonomi AS Cuma Tumbuh 1,5%
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.25
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,6%, Tiga Anggota Terpecah Dorong Kenaikan
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.01