Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

BPS Bersuara soal Tuduhan Manipulasi Desil Demi Turunkan Kemiskinan

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa penentuan desil keluarga berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak dilakukan untuk mengurangi jumlah penerima bantuan sosial atau membuat angka kemiskinan menurun. Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI Nashrul Wajdi, desil dan tingkat kemiskinan adalah dua konsep yang berbeda, baik dari segi definisi, tujuan, maupun metode perhitungannya. Desil hanya menunjukkan posisi kesejahteraan relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lain, bukan penentu apakah seseorang termasuk miskin atau kaya secara mutlak.

Keluhan muncul ketika sebagian masyarakat merasa kesulitan ekonomi namun tercatat pada desil yang relatif tinggi, sehingga mencurigai adanya manipulasi agar angka kemiskinan nasional terlihat menurun. Nashrul menjelaskan bahwa dalam sistem desil, selalu ada kelompok desil 1 hingga desil 10, masing-masing berisi sekitar 10 persen dari total keluarga atau penduduk. Oleh karena itu, tidak mungkin menaikkan desil orang secara sembarangan hanya untuk mengurangi angka kemiskinan.

BPS juga menyatakan bahwa ketidaksesuaian desil dengan kondisi aktual keluarga bisa terjadi akibat data yang belum mutakhir. Hingga Juli 2026, hanya 30 persen data DTSEN yang telah dimutakhirkan, sementara 70 persennya masih berasal dari data awal tahun sebelumnya. Untuk mengatasi hal ini, BPS terus memperbarui DTSEN melalui ground check, pendataan pemerintah daerah, dan pemanfaatan data administrasi, sekaligus membuka saluran bagi masyarakat untuk memperbarui data mandiri. Penghitungan tingkat kemiskinan sendiri menggunakan pendekatan garis kemiskinan, yang berbeda dengan sistem desil yang bersifat relatif.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait