BPS Evaluasi DTSEN agar Pemetaan Desil Masyarakat Makin Akurat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) sedang mengevaluasi metodologi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan akurasi pemetaan desil kondisi sosial ekonomi masyarakat. Saat ini, pemetaan masih mengandalkan pendekatan pengeluaran karena keterbatasan data pendapatan rumah tangga yang lengkap.
Untuk mengatasi hal tersebut, BPS berencana mengintegrasikan berbagai sumber data dari kementerian dan lembaga, seperti Kemensos, PLN, hingga data penggunaan pulsa. Selain penggabungan data, BPS juga meningkatkan kualitas metode Proxy Means Test (PMT) dan mengembangkan mekanisme pembaruan data mandiri bagi masyarakat agar hasil pemeringkatan lebih akurat dan tepat sasaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 20.30
BPS Bakal Manfaatkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Pemutakhiran Data Desil Masyarakat
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.48
BPS: Data DTSEN Harus Mutakhir agar Tepat Sasaran
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 20.53
BPS Manfaatkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat DTSEN
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 19.37
BPS bakal manfaatkan Sensus Ekonomi untuk DTSEN
Berita terkait
Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN
kumparan · 4 September 2026 pukul 09.00
Pemerintah Janji Perbaiki Data Desil Usai Banyak Diprotes
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 08.01
Data Desil DTSEN Tak Sesuai? Simak Cara Ajukan Pembaruan Data
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 20.00
BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Akurasi Penerima Bansos
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.10