Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Breaking! Rupiah Menguat 0,53%, Dolar AS Turun ke Rp17.865

Nilai tukar rupiah menguat 0,53% terhadap dolar AS pada perdagangan 30 September 2026, berada di Rp17.865 per dolar AS. Penguatan ini setara dengan kenaikan 95 poin dibandingkan penutupan sebelumnya dan menjauhkan rupiah dari level psikologis Rp18.000. Mata uang Garuda membuka perdagangan di Rp17.910, lalu terus menguat sepanjang sesi. Sentimen pasar berbalik positif setelah kabar bahwa Gedung Putih terbuka untuk meninjau kembali sanksi terhadap Iran guna meredakan ketegangan di Timur Tengah. Kabar ini juga menekan harga minyak dunia, dengan WTI turun 3,95% ke US$88,95 per barel dan Brent turun 1,99% ke US$95,88 per barel. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga turun 0,10% ke level 5,24%.

Analis M. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menyampaikan bahwa penurunan harga minyak dan tekanan inflasi global merupakan faktor dukung penguatan rupiah. Namun, pasar masih menantikan data ekonomi AS penting seperti indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), pertumbuhan ekonomi, dan laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls. Inflasi PCE utama diproyeksikan tetap di 3,7%, sementara PCE inti diperkirakan 3,3%, masih di atas target The Fed sebesar 2%. Di sisi lain, konsumsi masyarakat AS tetap kuat dengan pertumbuhan belanja konsumen 0,8% pada Agustus, jauh melebihi 0,2% pada Juli. Kombinasi inflasi tinggi dan konsumsi yang kuat menjadi sinyal bahwa permintaan domestik AS belum cukup melemah secara signifikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait