Rupiah Berhasil Menguat, Dolar AS Parkir di Level Rp17.960
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat 0,03% pada 29 September 2026, ditutup di Rp17.960/US$, membalikkan penurunan 0,48% pada hari sebelumnya. Meski sempat melemah hingga Rp18.010 di awal perdagangan, rupiah berhasil pulih 40 poin. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,14% ke 101,338, dipengaruhi inflasi global dan harga minyak di atas US$108/barel akibat tidaknya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz. Bank Indonesia (BI) menilai tekanan rupiah berasal dari risiko fiskal Amerika Serikat, ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Fed, serta kebutuhan valuta asing importir dan arus keluar dana portofolio di Indonesia. Cadangan devisa naik menjadi US$146,5 miliar pada Agustus 2026. BI menggunakan transaksi NDF, spot, DNDF, serta pembelian SBN untuk menjaga stabilitas rupiah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 13.20
Rupiah Jatuh Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Tiga Jalur
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
kumparan · 29 September 2026 pukul 11.34
Rupiah Melemah Tembus Rp 18 Ribu per Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.54
Bos BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah
Berita terkait
BI Buka Suara Soal Dolar AS Rp17.900, Ini Biang Keroknya
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.22
Rupiah menguat dipengaruhi dolar AS yang terkoreksi
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 09.53
Rupiah Ditutup Melemah 0,11%, Dolar AS Naik ke Rp17.715
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.04
BI Tak Tinggal Diam Rupiah Anjlok! Masuk ke Pasar, Langsung Intervensi
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.35