Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Cuma Uang, Wakaf di Istiqlal Bisa Berupa Saham

BEI mengungkapkan program wakaf dan sedekah Masjid Istiqlal melalui Istiqlal Global Fund (IGF) kini dapat menggunakan instrumen pasar modal seperti saham dan reksa dana sebagai underlying asset. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan filantropi Islam berbasis pasar modal syariah sudah berjalan melalui aplikasi perdagangan saham syariah, memungkinkan investor menyalurkan wakaf yang dikelola profesional oleh manajer investasi. Program diperkenalkan dalam Capital Market Expo Indonesia bersama manajer investasi dan Masjid Istiqlal.

Program Wakaf Saham Istiqlal diluncurkan akhir 2025 oleh Majoris Asset Management dan IGF-BPMI, diresmikan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Instrumen tidak terbatas tunai; saham, reksa dana, dan dana dikelola sesuai prinsip syariah melalui kampanye "Yuk Wakaf Saham". BEI berharap lebih banyak manajer investasi dan investor ikut berpartisipasi agar manfaat dirasakan lebih banyak penerima.

Data Badan Wakaf Indonesia menunjukkan realisasi wakaf uang baru Rp3,5 triliun, jauh di bawah potensi Rp181 triliun per tahun. Kesenjangan ini membuka ruang besar untuk pengembangan wakaf produktif berbasis pasar modal guna memperluas partisipasi masyarakat dalam filantropi Islam.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait