Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia

PT Majoris Asset Management dan Istiqlal Global Fund (IGF-BPMI) meluncurkan program Wakaf Saham Istiqlal pada akhir 2025, menggabungkan prinsip syariah dengan pasar modal untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam berwakaf. Peluncuran dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta, dengan dibuka oleh Menteri Agama dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar. Program ini merupakan lanjutan kerja sama yang ditandatangani pada Oktober 2025 dan menggunakan kampanye "Yuk Wakaf Saham" untuk mengajak publik berinvestasi melalui instrumen pasar modal syariah. Menurut data Badan Wakaf Indonesia, realisasi wakaf uang hanya mencapai Rp3,5 triliun dari potensi nasional Rp181 triliun per tahun, menunjukkan ruang besar untuk pengembangan wakaf produktif.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendukung inisiatif ini, dengan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa filantropi Islam berbasis pasar modal telah berjalan melalui aplikasi perdagangan saham syariah. Program ini memungkinkan wakaf disalurkan dalam bentuk saham, reksa dana, atau dana tunai yang dikelola oleh manajer investasi sesuai prinsip syariah. BEI berharap semakin banyak manajer investasi dan investor yang berpartisipasi agar manfaatnya dapat lebih luas.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengkaji skema ini secara internal, termasuk aspek pengelolaan dana dan sektor pengawasannya. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menekankan pentingnya transparansi dan tata kelola yang baik dalam investasi yang melibatkan masyarakat. Potensi wakaf nasional yang mencapai Rp181 triliun per tahun menjadi landasan kuat bagi pengembangan instrumen wakaf produktif di Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait