Harga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak Juli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia melonjak menembus US$100 per barel pada Rabu (9/9), level tertinggi sejak Juli 2026. Kenaikan terjadi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk serangan AS terhadap kapal tanker Iran serta serangan kelompok Houthi yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak berkepanjangan. Harga Brent naik 2,3% menjadi US$100/barel, sementara WTI naik 1,3% menjadi US$94/barel. Secara tahunan, kedua indeks ini telah melonjak lebih dari 60%, berpotensi meningkatkan biaya energi global. Ketegangan di Selat Hormuz, jalur kritis perdagangan minyak dunia, menjadi fokus perhatian investor yang mengamati lalu lintas kapal tanker. Serangan CENTCOM terhadap empat kapal tanker Iran di Teluk Oman dan satu di Pulau Kharg sebagai respons atas serangan rudal balistik terhadap kapal perang AS, memperburuk kekhawatiran gangguan ekspor minyak dari Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 07.54
Harga Minyak Makin Panas, Nyaris Sentuh USD97 per Barel dalam Enam Pekan
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 09.45
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Tembus US$97 per Barel
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.24
Leon Panetta Prediksi Perang AS-Iran Berlanjut Enam Bulan Lagi
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 17.05
Harga Minyak Dunia Melambung, IHSG Oleng
Berita terkait
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.25
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus US$96 per Barel
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 09.19
Harga Minyak Dunia Hari Ini Melompat Setelah Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 08.53
Harga Minyak Dunia Tembus US$91,05 usai Perang AS-Iran Meledak Lagi
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.20