Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia mengumumkan bahwa cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$145 miliar pada akhir Juli 2026, turun dari posisi tertingginya sebesar US$156,5 miliar pada akhir Desember 2025, dengan penurunan sebesar US$11,5 miliar. Penurunan ini diakui oleh Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti sebagai dampak dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 3 Agustus 2026, Destry menegaskan bahwa level cadangan devisa saat ini masih aman karena mampu menutup kebutuhan impor sebanyak 5,4 kali, yang melebihi benchmark internasional yang mengharuskan cadangan cukup untuk 3 bulan impor dan pembayaran utang. Destry juga menjelaskan bahwa pemerintah menyimpan sebagian cadangan devisa di Bank Indonesia, sehingga penurunan ini mencerminkan penggunaan untuk kepentingan stabilitas ekonomi negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.35
Cadangan Devisa RI Susut USD 11 Miliar, BI Klaim Masih Aman
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.07
Modal Asing Masuk RI Tembus US$ 8,5 Miliar di Kuartal II 2026
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.49
Rupiah Hari Ini Kembali Melemah ke 18.000 Imbas Defisit Neraca Dagang
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.15
Gubernur BI Mundur, Pasar Diuji Ketidakpastian
Berita terkait
Bambang Brodjonegoro Bilang Rupiah Bisa Kembali Menguat, Ini Wejangan untuk BI
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.20
Eks Menkeu Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah Hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
Rupiah Moncer Senin Pagi, Ternyata Ini Faktor Pendukungnya
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.23
Rupiah Hari Ini Perkasa terhadap Dolar AS, Sentuh 17.810
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.50