Bos BI Beberkan Sebab Kredit Nganggur Tembus Rp 2.548 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hingga Juli 2026, kredit yang disiapkan perbankan namun belum dicairkan ke debitur (undisbursed loan) mencapai Rp 2.548 triliun. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan fenomena ini dipengaruhi oleh dua faktor: permintaan kredit yang belum pulih sepenuhnya dan strategi perbankan menempatkan likuiditas pada instrumen surat berharga seperti SBN dan SRBI. Pertumbuhan kredit pada semester I-2026 masih didorong oleh belanja dan proyek pemerintah, sementara permintaan sektor swasta belum cukup kuat untuk menyerap seluruh fasilitas kredit yang tersedia.
Untuk mendorong penyaluran kredit, BI menerapkan insentif dan disinsentif melalui Giro Wajib Minimum (GWM). Bank yang menempatkan likuiditas pada surat berharga tidak mendapat insentif, sementara bank yang agresif menyalurkan kredit berpotensi mendapatkan pengurangan kewajiban GWM. BI juga mulai melihat tanda-tanda perbaikan dengan meningkatnya permintaan kredit dari sektor swasta seiring membaiknya aktivitas dunia usaha.
Pada Agustus 2026, kredit perbankan tumbuh 13,6% secara tahunan, didukung oleh kredit investasi dan modal kerja yang mengalir ke sektor produktif. Destry menilai komposisi pertumbuhan kredit ini sebagai sinyal positif karena menunjukkan pembiayaan semakin digunakan untuk menambah kapasitas produksi dan mendorong ekspansi usaha, sehingga aktivitas ekonomi semakin berputar secara merata.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 13.13
Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.548 Triliun, Ini Biang Keroknya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 08.33
Dana Rp 2.500 Triliun Belum Cair, BI Ungkap Penyebab Kredit Tertahan
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 02.14
Dana kredit Rp2.500 triliun belum cair, BI lihat swasta mulai bergerak
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 20.33
Kredit Tumbuh 13,6%, BI Kasih Insentif ke Bank yang Genjot Penyaluran
Berita terkait
Kredit Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 13,65 Persen, BI: Permintaan Makin Kuat
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 20.45
BI Sudah Gelontorkan Insentif Rp 461,2 T untuk Dorong Kredit Perbankan
kumparan · 23 September 2026 pukul 19.21
BI: Kredit bank pada Agustus 2026 tumbuh 13,65 persen
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 18.48
BI Telah Guyur Insentif Rp 461,2 T ke Perbankan hingga Awal September 2026
kumparan · 23 September 2026 pukul 18.00