Kredit Tumbuh 13,6%, BI Kasih Insentif ke Bank yang Genjot Penyaluran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kredit perbankan tumbuh 13,6% pada Agustus 2026, didorong oleh kredit investasi dan modal kerja. Gubernur BI, Destry Damayanti, mencatat adanya peningkatan aktivitas sektor swasta, meskipun pertumbuhan sebelumnya lebih banyak dipicu oleh sektor pemerintah.
Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi, BI menerapkan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM). Bank yang meningkatkan penyaluran kredit akan menerima insentif likuiditas, sementara bank yang terlalu banyak menempatkan aset pada surat berharga akan dikenai disinsentif. BI tetap memantau risiko dengan rasio NPL di level 2,1% dan rutin melakukan stress test bersama KSSK untuk memastikan stabilitas perbankan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 08.33
Dana Rp 2.500 Triliun Belum Cair, BI Ungkap Penyebab Kredit Tertahan
kumparan · 23 September 2026 pukul 19.21
BI Sudah Gelontorkan Insentif Rp 461,2 T untuk Dorong Kredit Perbankan
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.45
BI Catat Uang Beredar Capai Rp 10.448 Triliun, Efek Kredit Tumbuh Pesat
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
Berita terkait
BI Kucurkan Insentif Likuiditas Capai Rp446,5 Triliun ke Perbankan hingga Awal Agustus 2026
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 16.24
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.58
Dolar AS Hampir Rp 18 Ribu, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa
Detik.com · 25 September 2026 pukul 13.01
Ekonom: Modal asing masuk RI perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas BI
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 12.53