BGN Tutup Permanen 1.300 Dapur SPPG Bermasalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menutup permanen sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah. Tindakan tegas ini diambil setelah evaluasi standar keamanan dan kualitas layanan, dipicu oleh insiden keracunan makanan di Berastagi. Penutupan dilakukan dalam dua tahap, yakni 800 dapur pada tahap awal dan 500 unit berikutnya, guna menjamin keselamatan penerima manfaat terutama anak-anak.
Untuk mencegah kasus serupa, BGN mempertimbangkan penggunaan test kit kimia guna mendeteksi zat berbahaya dan makanan basi yang tidak terdeteksi secara fisik. Selain penutupan unit, BGN akan memberikan sanksi kepada personel, termasuk ASN PPPK, yang tidak memenuhi standar kerja. Meskipun terdapat penutupan, mayoritas dari 27 ribu dapur yang beroperasi dilaporkan telah menjalankan layanan dengan standar yang baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 04.50
Mas Dar Sampai Mengancam Pecat PPPK yang Bekerja Ala Kadarnya
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 22.46
Antusias Warga Berebut Ompreng dari Mobil BGN di Karnaval Malam Merdeka
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.11
BGN Evaluasi Dapur MBG di Karo, Bakal Tiru Test Chemical SPPG Polri
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 19.00
Usai Kasus Keracunan, BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur MBG
Berita terkait
Sudaryono Bakal Wajibkan SPPG Tempel Label Batas Waktu Konsumsi MBG
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.45
BGN tegaskan SLHS jadi syarat mutlak operasional SPPG
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.01
Status Keracunan MBG Meningkat dari Menonjol Jadi Fatal
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.23
Sudaryono: Tak Peduli SPPG Punya Siapa, Tak Sesuai Standar Saya Tutup
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.35