BGN Tutup Permanen 1.300 Dapur SPPG Bermasalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menutup permanen sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah. Tindakan tegas ini diambil setelah evaluasi standar keamanan dan kualitas layanan, dipicu oleh insiden keracunan makanan di Berastagi. Penutupan dilakukan dalam dua tahap, yakni 800 dapur pada tahap awal dan 500 unit berikutnya, guna menjamin keselamatan penerima manfaat terutama anak-anak.
Untuk mencegah kasus serupa, BGN mempertimbangkan penggunaan test kit kimia guna mendeteksi zat berbahaya dan makanan basi yang tidak terdeteksi secara fisik. Selain penutupan unit, BGN akan memberikan sanksi kepada personel, termasuk ASN PPPK, yang tidak memenuhi standar kerja. Meskipun terdapat penutupan, mayoritas dari 27 ribu dapur yang beroperasi dilaporkan telah menjalankan layanan dengan standar yang baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 18.28
BGN Tak Pandang Pemilik, 1.300 Dapur MBG Ditutup dan Bisa Permanen jika Tak Penuhi Standar
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 14.01
BGN Pertimbangkan SPPG Pakai Test Kit untuk Deteksi Kandungan Berbahaya MBG
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.46
3 Pekan Jadi Bos BGN, Sudaryono Tutup 1.300 Dapur MBG
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 10.15
Tak Cukup Cek Aroma dan Rasa, BGN Siapkan Tes Kit Kimiawi di Setiap Dapur MBG
Berita terkait
Dapur MBG Layani Ribuan Orang, Ahli Pangan Minta Pengendalian Suhu Diperketat
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 19.45
Sudaryono Bakal Wajibkan SPPG Tempel Label Batas Waktu Konsumsi MBG
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.45
BGN tegaskan SLHS jadi syarat mutlak operasional SPPG
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.01
Kepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan pangan
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 11.41