Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Deflasi Juli 2026: Pangan Murah, tapi Biaya Sekolah Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14% secara bulanan (month-to-month) pada Juli 2026. Penurunan harga bahan pangan bergejolak menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi nasional. Komponen ini mengalami deflasi 1,68% dengan andil -0,28%. Komoditas yang harganya turun antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, jeruk, semangka, dan sawi hijau.

Sebaliknya, komponen inti tetap mencatat inflasi 0,14% dengan andil 0,09%, dan menjadi penyumbang inflasi terbesar berdasarkan komponennya. Kenaikan ini didorong oleh pengeluaran untuk biaya sekolah dasar, biaya taman kanak-kanak, bimbingan belajar, sepeda motor, pelumas atau oli mesin, dan telepon seluler. Komponen harga yang diatur pemerintah juga naik 0,25% dengan andil 0,05%, terutama karena kenaikan harga bensin.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan data ini dalam konferensi pers pada Senin, 3 Agustus. Dengan demikian, deflasi bulan Juli lebih banyak dipengaruhi oleh murahnya harga pangan, sementara biaya pendidikan dan energi masih mengalami kenaikan pada periode yang sama.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait