BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,14% Juli 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314053/original/089060100_1785732030-IMG_6212.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,14% pada Juli 2026 secara bulanan. Penurunan harga utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 0,89%, dengan komoditas seperti bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan berbagai buah serta sayuran mengalami penurunan harga signifikan. Kelompok perawatan pribadi juga turun 0,89%, terutama karena harga emas perhiasan yang merosot 3,58%. Harga bergejolak mengalami deflasi 1,68% dan menjadi penekan utama laju inflasi bulanan.
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran tetap mengalami kenaikan harga. Transportasi naik 0,52% didorong kenaikan harga bensin dan sepeda motor, sedangkan pendidikan naik 0,55% akibat naiknya biaya sekolah dasar, taman kanak-kanak, dan bimbingan belajar. BPS mencatat 27 dari 38 provinsi mengalami deflasi, dengan deflasi terdalam di Papua Pegunungan sebesar 1,37%, sementara inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Barat sebesar 0,38%. Meski terjadi deflasi bulanan, inflasi tahunan Indonesia tetap berada di level 2,88%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10
Membaca Arti Deflasi Juli 2026: Pasokan Melimpah atau Daya Beli Lesu?
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.12
Harga Cabai Rawit-Perhiasan Emas Turun Bikin RI Deflasi 0,14%
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.17
RI Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.40
Uang Sekolah SD dan TK Kerek Inflasi Inti 0,14% di Juli 2026
Berita terkait
BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,14% di Juli 2026
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.48
Deflasi Juli 2026: Pangan Murah, tapi Biaya Sekolah Naik
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 12.17
Indonesia Deflasi 0,14% di Juli 2026, BPS Ungkap Pendorong Utamanya
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 11.26
BPS: Juli Deflasi 0,14%
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.11