BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,14% di Juli 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314053/original/089060100_1785732030-IMG_6212.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14% pada Juli 2026 secara bulanan (mtm). Penurunan ini terutama disebabkan oleh harga makanan, minuman, dan tembakau yang turun, dengan komponen harga bergejolak mengalami deflasi 1,68%. Meskipun demikian, inflasi tahunan masih berada di level 2,88%, dan inflasi tahun kalender mencapai 1,65%.
Di sisi lain, kelompok transportasi dan pendidikan mengalami inflasi, masing-masing sebesar 0,52% dan 0,55%. Kenaikan harga bensin, sepeda motor, dan biaya pendidikan menjadi pendorong utama inflasi pada sektor-sektor tersebut. Secara komponen, inflasi inti tercatat 0,14%, sedangkan harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,25%.
Secara regional, 27 provinsi mengalami deflasi pada Juli 2026, sementara 11 provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Barat sebesar 0,38%, dan deflasi terdalam tercatat di Papua Pegunungan sebesar 1,37%. Data ini disampaikan oleh Deputi BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor BPS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10
Membaca Arti Deflasi Juli 2026: Pasokan Melimpah atau Daya Beli Lesu?
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.12
Harga Cabai Rawit-Perhiasan Emas Turun Bikin RI Deflasi 0,14%
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.17
RI Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.40
Uang Sekolah SD dan TK Kerek Inflasi Inti 0,14% di Juli 2026
Berita terkait
BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,14% Juli 2026
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.40
Deflasi Juli 2026: Pangan Murah, tapi Biaya Sekolah Naik
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 12.17
Indonesia Deflasi 0,14% di Juli 2026, BPS Ungkap Pendorong Utamanya
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 11.26
BPS: Juli Deflasi 0,14%
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.11