Langka! Pertama Kali dalam Empat Tahun, Bali Alami Deflasi pada Juli, Sebegini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Provinsi Bali mencatatkan deflasi sebesar 0,51 persen secara bulanan pada Juli 2026, menandai kali pertama dalam empat tahun terakhir fenomena ini terjadi pada bulan Juli. Menurut Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, faktor utama penyebab deflasi adalah melimpahnya pasokan hasil panen pada komoditas pangan, yang memiliki bobot kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi.
Deflasi pada Juli 2026 didorong terutama oleh dua kelompok pengeluaran. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan deflasi sebesar 2,34 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,75 persen. Sementara itu, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatatkan deflasi sebesar 0,66 persen dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,06 persen.
Fenomena deflasi ini dianggap signifikan karena biasanya bulan Juli tidak pernah mengalami deflasi dalam empat tahun terakhir. Kombinasi pasokan pangan yang melimpah dan tingginya kebutuhan masyarakat pada komoditas tersebut menciptakan tekanan deflasi yang kuat pada konsumsi bulanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10
Membaca Arti Deflasi Juli 2026: Pasokan Melimpah atau Daya Beli Lesu?
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.45
Harga Bawang, Cabai Sampai Emas Turun, Ini Ternyata Penyebabnya
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.12
Harga Cabai Rawit-Perhiasan Emas Turun Bikin RI Deflasi 0,14%
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.17
RI Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026
Berita terkait
Inflasi RI 3,19%, Mendagri Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Pangan
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.23
Inflasi 3,19%, Tito Minta Pemda Atensi Kenaikan Harga Komoditas Pangan
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.52
Inflasi Tahunan RI Tembus 3,19%, Pangan dan Rokok Jadi Biang Kerok
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 12.20
Harga Daging Ayam Naik di 188 Daerah, Ini Penyebabnya
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.39