Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

DEN: Nilai Cadangan Nikel-Kobalt RI Capai USD 800 M

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyatakan bahwa cadangan nikel dan kobalt Indonesia bernilai USD 800 miliar jika dihitung dengan harga London Metal Exchange (LME) saat ini. Cadangan tersebut terdiri dari 52 juta ton nikel dan 1,2 juta ton kobalt yang sudah dipastikan dapat ditambang (mineable). Dalam mata uang rupiah, nilai ini setara dengan sekitar Rp 15.000 triliun, atau setara dengan anggaran APBN selama lima tahun.

Pasca kebijakan hiliriasi, produksi smelter nikel di Indonesia berkembang pesat, terutama di Sulawesi. Kapasitas smelter nikel nasional mencapai 1,8 juta ton nikel. Nilai ekspor produk nikel juga mengalami peningkatan signifikan, dari USD 3 miliar per tahun pada 2014 menjadi proyeksi USD 37 miliar per tahun pada 2025, atau peningkatan 12 kali lipat. Volume ekspor juga diproyeksikan mencapai 19 juta ton pada 2025.

Terkait kebijakan royalti, pemerintah menerapkan tarif royalti yang lebih tinggi di tingkat pertambangan dibandingkan di smelter. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan negara sekaligus mendorong investasi ke sektor hilirisasi. Namun, Nataneil menekankan bahwa royalti tidak hanya harus dikenakan pada smelter, tetapi juga pada pertambangan agar pendapatan pajak maksimal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait