DEN: Nilai Cadangan Nikel-Kobalt RI Capai USD 800 M
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyatakan bahwa cadangan nikel dan kobalt Indonesia bernilai USD 800 miliar jika dihitung dengan harga London Metal Exchange (LME) saat ini. Cadangan tersebut terdiri dari 52 juta ton nikel dan 1,2 juta ton kobalt yang sudah dipastikan dapat ditambang (mineable). Dalam mata uang rupiah, nilai ini setara dengan sekitar Rp 15.000 triliun, atau setara dengan anggaran APBN selama lima tahun.
Pasca kebijakan hiliriasi, produksi smelter nikel di Indonesia berkembang pesat, terutama di Sulawesi. Kapasitas smelter nikel nasional mencapai 1,8 juta ton nikel. Nilai ekspor produk nikel juga mengalami peningkatan signifikan, dari USD 3 miliar per tahun pada 2014 menjadi proyeksi USD 37 miliar per tahun pada 2025, atau peningkatan 12 kali lipat. Volume ekspor juga diproyeksikan mencapai 19 juta ton pada 2025.
Terkait kebijakan royalti, pemerintah menerapkan tarif royalti yang lebih tinggi di tingkat pertambangan dibandingkan di smelter. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan negara sekaligus mendorong investasi ke sektor hilirisasi. Namun, Nataneil menekankan bahwa royalti tidak hanya harus dikenakan pada smelter, tetapi juga pada pertambangan agar pendapatan pajak maksimal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.15
Cadangan Nikel dan Kobalt Indonesia Rp 15.000 Triliun
Berita terkait
Ekspor Nikel Kandungan LTJ Masih Jalan, Ambang Batas Belum Ditetapkan
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.30
Industri Nikel Minta Kejelasan Platform dan Referensi Harga DSI
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.00
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Rp5,7 Miliar, Begini Duduk Perkaranya
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 14.15
Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Dinilai Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 14.03