Dolar AS Hampir Rp 18 Ribu, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar Rupiah melemah hingga mendekati Rp 18.000 per dolar AS, dengan posisi terakhir di level Rp 17.930 menurut data Bloomberg per 25 September 2026. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa fluktuasi tersebut merupakan dinamika pasar yang biasa dan pemerintah terus memantau perkembangannya.
Bank Indonesia menjelaskan pelemahan ini dipicu faktor eksternal dan domestik. Faktor eksternal meliputi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS yang mendorong yield US Treasury 10 tahun naik ke 5,11% (tertinggi sejak 2007), serta konflik Timur Tengah yang meningkatkan harga minyak Brent di atas US$ 100 per barel. Secara domestik, tekanan berasal dari tingginya kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III 2026 dan arus keluar portofolio aset emerging markets.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.02
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 17.53
Rupiah Lemas Sambut Akhir Pekan di Posisi Rp17.903 per Dolar AS
Berita terkait
Rupiah menguat seiring potensi BI tahan suku bunga
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 10.26
Rupiah Hari Ini Lesu ke 17.884 Tersengat Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 17.23
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.884 per Dolar AS Selasa Sore
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.21
Rupiah Loyo ke Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 09.45