Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Driver Ojol Bongkar Fakta: Klaim Prabowo Soal Pendapatan Naik Dinilai Bohong

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan klaim bahwa penghasilan sebagian pengemudi ojek online (ojol) mengalami lonjakan signifikan hingga dua sampai tiga kali lipat. Kenaikan pendapatan ini disebut sebagai hasil dari kebijakan pemerintah terkait penyesuaian porsi bagi hasil, di mana potongan aplikator dibatasi maksimal 8 persen dan pengemudi menerima 92 persen dari hasil kerja mereka sejak 1 Juli 2026.

Klaim tersebut kemudian memicu reaksi publik setelah ulama Hilmi Firdausi menanyakan kebenaran kondisi tersebut kepada para pengemudi melalui media sosial. Tanggapan yang muncul dari sejumlah warganet yang mengaku sebagai mitra ojol justru membantah pernyataan presiden dan menilai situasi sebenarnya di lapangan sangat bertolak belakang.

Para mitra driver mengeluhkan bahwa pihak aplikator masih menerapkan potongan biaya lebih dari 20 persen. Selain pemotongan yang belum sesuai aturan, pengemudi juga menyoroti masalah penetapan tarif atau argo yang tidak tepat, ketidaksesuaian estimasi waktu, serta kendala dengan pelanggan dan penjual yang menambah beban kerja harian mereka.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait