Rupiah tertekan akibat kenaikan data PPI Amerika Serikat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp17.611 per dolar AS pada Jumat, tertekan oleh kenaikan PPI Amerika Serikat. PPI naik 5,4 persen yoy dari 4,8 persen yoy sebelumnya, melampaui konsensus 5,3 persen yoy. Kenaikan ini menarik perhatian investor terhadap risiko inflasi dan prospek kebijakan Federal Reserve, sekaligus menjaga permintaan terhadap dolar Amerika. Tekanan eksternal diperkuat oleh harga minyak tinggi akibat ketegangan geopolitik. Di sisi domestik, data penjualan ritel September menunjukkan perbaikan konsumsi, membantu membatasi penurunan rupiah. Fokus pasar selanjutnya pada CPI Amerika yang akan dirilis Jumat malam, yang menentukan apakah kenaikan yield dolar dan penguatan dolar berlanjut menjelang keputusan Fed pekan depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 10.26
Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 17.45
Rupiah Melemah ke 17.611 per Dolar AS, Tertekan Data Inflasi Amerika
Berita terkait
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.642 per Dolar AS Diterpa Angin Segar The Fed
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 16.24
Rupiah Menguat ke 17.628, Pernyataan The Fed Jadi Angin Segar
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 12.00
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.728, Berpotensi Berbalik Arah
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 09.28