Ekonomi AS Lesu: Pengangguran Naik, Penyerapan Kerja Cuma 29 Ribu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2411072/original/009080400_1542515913-Mobil-Jeep-Wranglers-20191.jpg)
Pertumbuhan lapangan kerja AS melambat tajam pada September 2026. Data BLS mencatat penyerapan tenaga kerja nonpertanian hanya 29.000 pekerja, jauh di bawah ekspektasi 84.000. Angka pengangguran naik ke 4,2%, dibanding proyeksi 4,1%. Data Agustus direvisi turun menjadi 133.000, sementara Juli berbalik minus 10.000 pekerjaan. Total revisi dua bulan memangkas 60.000 lapangan kerja. Pasar saham turun, obligasi AS turun setelah melonjak. Peluang Fed menahan suku bunga di Oktober naik menjadi 82,8%. Inflasi inti tahunan 3%, di atas target 2%. Upah per jam naik 0,1% pada September, pertumbuhan tahunan 3%, terendah sejak Mei 2021. Sektor kesehatan paling banyak menyerap pekerja (17.000), sementara sektor pemerintah kehilangan 17.000 pekerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 07.45
BCA: Ekonomi sulit diprediksi dorong nasabah proteksi kekayaan
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 17.04
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.882, BI Perluas Underlying Operasi Moneter
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 16.29
Pemerintah Perkuat Bauran Kebijakan untuk Jaga Stabilitas Ekonomi RI
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 16.27
Rupiah menguat seiring penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
Berita terkait
Imbal Hasil Obligasi AS Meroket ke Level Tertinggi dalam 22 Tahun
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.54
Aksi Jual Obligasi Dunia Menggila, Yield AS Rekor Tertinggi 22 Tahun
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 08.40
Dolar AS Masih Betah di Level Rp 17.700
Detik.com · 18 September 2026 pukul 09.21
Kurs Rupiah Dibuka Melemah AS Usai The Fed AS Naikkan Suku Bunga
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.05