Ekonomi Tumbuh Stagnan 5%, Terungkap 1 Kesalahan Fatal yang Bikin RI Tertinggal dari Vietnam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Senior INDEF, Didik J. Rachbini, mengkritik kebijakan ekonomi Indonesia yang terlalu berpandangan ke dalam (inward-looking). Ia menyatakan bahwa kebijakan ini menjadi alasan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia terjebak di angka 5%, jauh dari potensi maksimalnya.
Menurut Didik, tanpa pergeseran ke orientasi kebijakan ke luar (outward-looking), target pertumbuhan 7-8% seperti yang dicapai Vietnam tidak akan terwujud. Pemerintah selama ini terlalu mengandalkan pasar domestik, substitusi impor, dan sumber daya alam tanpa mengembangkan industri bernilai tambah tinggi di tingkat internasional.
Meskipun ekspor dan penanaman modal asing tetap berjalan, sektor luar negeri belum menjadi pendorong utama transformasi struktural. Didik menegaskan bahwa untuk mencapai industrialisasi kelas dunia, Indonesia harus mengelola sektor luar negeri dengan kebijakan berorientasi ekspor, karena pasar domestik saja tidak cukup.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 10.39
Video: Saingi Ekonomi Vietnam Cs, RI Wajib Jaga Kepercayaan Investor
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 17.00
Ekonomi RI Bisa Tumbuh Tinggi, tapi Ada Syaratnya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.10
Investasi RI Melesat 6,67%, Ekonom Soroti Peran MBG dan KDMP
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.27
Ekonomi RI Diproyeksikan Masih Tumbuh di Atas 5% Pada Kuartal III-2026
Berita terkait
Ekonomi Indonesia Sentuh 5,29%, Pengusaha Ungkap Tekanan Global hingga Domestik
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 15.10
Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 12.04
Industri Manufaktur Tumbuh 5,32%, Jadi Motor Ekonomi Nasional
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 12.00
Video: Ekonom Bongkar "Jurus" RI Lawan Efek Lonjakan Impor Minyak
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.00