Ekonomi RI Tak Sekencang 2025, OJK Ungkap Investasi AI JAdi Nafas Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan lebih rendah dibandingkan tahun 2025. Meski demikian, prospek ekonomi dinilai lebih baik dari proyeksi sebelumnya berkat peningkatan investasi dan perdagangan di bidang kecerdasan buatan (AI). OECD turut mendukung optimisme ini dengan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,5 poin persentase.
Kondisi sektor jasa keuangan domestik tetap stabil dengan inflasi yang terjaga, sehingga permintaan domestik dan konsumsi masyarakat tetap kuat. Namun, OJK mengingatkan adanya risiko global seperti eskalasi konflik geopolitik yang memicu kenaikan harga minyak serta fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan harga pangan dan komoditas pertanian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 14.37
Dunia Tertekan, OECD Justru Naikkan Proyeksi Ekonomi RI 2026
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 18.40
Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 18.28
Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 17.36
Terungkap Biang Kerok IHSG Sempat Loyo
Berita terkait
OJK Ungkap Industri Manufaktur RI Lesu Lagi, PMI Turun ke 49,8
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 22.23
Bos OJK Blak-blakan Kondisi Sektor Keuangan RI di Tengah Gejolak Global
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.16
Inflasi Juli 2026 Diproyeksikan Melandai
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 19.45
OJK: Penyaluran kredit bank per Agustus 2026 capai Rp9.178 triliun
ANTARA News · 5 Oktober 2026 pukul 16.40