Ekspor dari Timur Tengah Menguat, Harga Minyak Dunia Turun ke US$100
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia turun tipis pada Selasa (6/10) dengan Brent turun menjadi US$100,28 per barel dan WTI menjadi US$89,33 per barel. Penurunan harga terjadi karena ekspor minyak dari Timur Tengah tetap kuat dan kebijakan pelepasan cadangan darurat G7 sebesar 100 juta barel. Arab Saudi mencatat volume ekspor melampaui level sebelum perang selama empat hari berturut-turut pada September terakhir. Namun, risiko gangguan pasokan tetap ada karena serangan Houthi ke Yaman yang menyasar fasilitas penting di Arab Saudi seperti Bandara King Khalid Riyadh, kilang Aramco Rabigh, dan Bandara Abha. Pasar masih waspada terhadap potensi gangguan di Teluk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 08.09
Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Tetap Waspadai Gangguan Pasokan Timur Tengah
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.53
Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ekspor Timur Tengah Meningkat
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 19.15
Selat Hormuz Memanas, Ekspor Minyak Timteng Justru Tembus Level Sebelum Perang
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 15.00
Perang Iran Panas Lagi, AS Kirim 3.000 Pasukan dan Jet Tempur ke Israel
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Turun ke US$101 usai G7 Lepas Cadangan Darurat
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 09.57
Harga Minyak Dunia Turun ke US$103,06 usai Ekspor Arab Saudi Pulih
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 10.29
Harga Minyak Mentah Dunia Turun Lagi di Tengah Serangan Rudal Houthi ke Riyadh
JawaPos · 21 September 2026 pukul 08.15
Harga Minyak Tembus US$ 104/Barel Usai Houthi Serang Arab Saudi
Detik.com · 21 September 2026 pukul 07.45