Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekspor Mineral Mandek Gegara Pemeriksaan Logam Tanah Jarang, KSP Turun Tangan

Ekspor mineral beberapa perusahaan terhambat karena pemeriksaan kandungan logam tanah jarang (LTJ) sebelum kapal bisa keluar dari perairan Indonesia. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memimpin rapat koordinasi pada Senin (27/7/2026) untuk menyelesaikan masalah ini, dihadiri kementerian, lembaga, dan pelaku usaha. Dudung menegaskan bahwa selama belum ada regulasi resmi tentang kandungan ikutan LTJ, aparat penegak hukum tidak boleh menahan ekspor. Ia juga menyoroti aturan tumpang tindih yang menyebabkan keraguan dan ketakutan pelaku usaha. Rapat menghasilkan kesepakatan sebagai pedoman batasan maksimal kandungan LTJ agar ekspor tidak terhenti.

Indonesia memiliki potensi cadangan LTJ sekitar 350 ribu ton REO, namun belum memberikan nilai tambah optimal. Dudung menekankan pentingnya hilirisasi LTJ sebagai rantai nilai industri nasional, bukan sekadar pertambangan. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan teknologi ekstraksi, regulasi dan pengawasan yang belum optimal, lemahnya traceability, serta risiko kebocoran sumber daya. KSP mendorong strategi nasional melalui lima pilar: penguatan regulasi, pembangunan ekosistem industri, aspek lingkungan, SDM, dan diplomasi ekonomi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait