Hambatan Ekspor Mineral Tuntas, 100 Lebih Kapal Kembali Beroperasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KSP (Kantor Staf Presiden) mengumumkan hambatan ekspor komoditas mineral akibat perbedaan interpretasi Logam Tanah Jarang (LTJ) telah terselesaikan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga berhasil melepaskan ekspor Alumina Hydroxide dan Alumina Oxide dari Pelabuhan Dwikora. 85 laporan surveyor yang tertunda kini dapat diterbitkan. Lebih dari 100 kapal ekspor kembali beroperasi membawa hampir 400 ribu ton komoditas senilai Rp2,2 triliun. Total komoditas yang diproses mencapai hampir 471 ribu ton. Pemerintah menegaskan kepastian hukum tanpa mengabaikan aspek pengawasan. Seluruh komoditas ekspor wajib memenuhi standar pengujian dan verifikasi teknis. KSP akan terus mengawal penyempurnaan regulasi serta memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk menjaga kelancaran ekspor dan mendorong percepatan hilirisasi mineral. Penyebab hambatan sebelumnya adalah belum adanya aturan yang mengatur batas maksimal kandungan LTJ. Kekosongan regulasi ini membuat pelaku usaha dan aparat penegak hukum memiliki perbedaan penafsiran. KSP mendorong penyusunan pedoman yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha mengenai batas maksimal kandungan LTJ, bersama kementerian teknis, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 21.30
RI Lepas 100 Kapal Ekspor Mineral Senilai Rp 2,2 Triliun
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.45
Larangan Ekspor Tembaga & Bauksit Mentah Tetap Berlaku!
Berita terkait
Ekspor Nikel-Timah Cs Tersandera LTJ, BKPM-ESDM dan KSP Buka Suara
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.50
Ekspor Mineral Mandek Gegara Pemeriksaan Logam Tanah Jarang, KSP Turun Tangan
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 10.40
Desain Pengembangan LTJ, Bahlil: Ke Depannya Diolah di Dalam Negeri
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.45
KSP & Bahlil Buka Suara soal Ekspor 'Harta Karun' RI
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.25