Ada Reshuffle dan Rilis Data BPS, Rupiah Tertekan Dekati Level Rp18.000 per USD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah menjadi Rp17.965 per USD pada perdagangan Kamis (1/10/2026), dipicu perombakan Kabinet Merah Putih dan aktivitas manufaktur kembali ke zona ekspansi pada September 2026 setelah kontraksi Agustus. PMI September 2026 mencapai 52,4, tertinggi sejak Februari 2026. BPS menyatakan neraca perdagangan Indonesia suvers US$3,55 miliar pada Agustus 2026, didorong ekspor Rp26,61 miliar (naik 6,72% YoY) melampaui impor Rp23,06 miliar (naik 19,09% YoY). Ekspor nikel naik 51,67% dan aluminium 206,78% YoY. Inflasi (IHK) September 2026 naik 0,30% bulanan dan 3,28% tahunan, terutama dari harga bahan bakar nonsubsidi dan pangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.56
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 3,55 Miliar di Agustus 2026
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 17.28
Inflasi Jabar 0,23 persen dipicu komoditas cabai rawit dan beras
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 16.10
Wow! Inflasi di Sulawesi Utara Tembus 7,59%, Tertinggi di Indonesia
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.40
Inflasi Lampung 3,51 persen di September beras beri andil 0,33 persen
Berita terkait
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan imbal hasil treasury AS
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 16.22
IHSG Diproyeksi Konsolidasi di 6.535–6.635, Ini Sentimennya
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 08.37
IHSG Menguat 1,14% ke Level 6.599,94, Transaksi Capai Rp20,73 Triliun
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 16.34
Kantor Purbaya Beberkan Kabar Ekonomi RI: PMI Naik, Inflasi Turun
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10