Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Febrie Adriansyah Buka Suara soal 'Database Abadi' Gedung Bundar: 'Kita Semua Tahu Siapa yang Terlibat'

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menyatakan bahwa database perkara di Gedung Bundar akan menjadi 'data abadi' yang mencatat pihak-pihak terlibat dalam perkara besar. Pernyataan ini disampaikan saat menghadapi pelimpahan perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait penanganan perkara Asabri dan Jiwasraya di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (18/9/2026). Febrie datang dengan pengawalan TNI, mengenakan rompi tahanan merah mpink dan kondisi tangan diborgol. Ia menegaskan tidak memiliki izin usaha pertambangan, konsesi sawit, atau pernah meminta proyek pemerintah dan kuota impor. Febrie juga membantah keterkaitan dengan kepemilikan emas yang telah diperiksa penyidik. Sebagai bagian dari pembelaannya, ia mengklaim berhasil mengembalikan aset senilai Rp 300 triliun saat menjadi Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), namun akhirnya justru ditangkap.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait