Febrie Adriansyah Buka Suara soal 'Database Abadi' Gedung Bundar: 'Kita Semua Tahu Siapa yang Terlibat'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menyatakan bahwa database perkara di Gedung Bundar akan menjadi 'data abadi' yang mencatat pihak-pihak terlibat dalam perkara besar. Pernyataan ini disampaikan saat menghadapi pelimpahan perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait penanganan perkara Asabri dan Jiwasraya di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (18/9/2026). Febrie datang dengan pengawalan TNI, mengenakan rompi tahanan merah mpink dan kondisi tangan diborgol. Ia menegaskan tidak memiliki izin usaha pertambangan, konsesi sawit, atau pernah meminta proyek pemerintah dan kuota impor. Febrie juga membantah keterkaitan dengan kepemilikan emas yang telah diperiksa penyidik. Sebagai bagian dari pembelaannya, ia mengklaim berhasil mengembalikan aset senilai Rp 300 triliun saat menjadi Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), namun akhirnya justru ditangkap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 00.00
Kubu Eks Jampidsus Febrie Minta Proses Sidang Digelar Secara Objektif
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 15.33
Febrie Adriansyah Minta Hakim Lihat Perkaranya secara Jernih
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 13.00
Dituduh Lakukan Pemerasan dan TPPU, Febrie Adriansyah: Saya Yakin Presiden Dapat Masukan Salah
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 11.07
Berkas Perkara Febrie Adriansyah Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
Berita terkait
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Pamer Prestasi Kembalikan Rp300 Triliun ke Negara, 'Justru Kita yang Digergaji'
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.13
Kejagung Limpahkan Febrie Adriansyah ke Kejari Jaksel Besok
Detik.com · 17 September 2026 pukul 16.37
Aset Rp846 Miliar Disita, Pengacara: Febrie Adriansyah Tak Pernah Miliki Aset Fantastis
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 13.30
Sambut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah, Tim Kuasa Hukum Minta Semua Bukti Diuji
JawaPos · 16 September 2026 pukul 12.16