Fed Funds Rate Naik, Mimpi Bunga Kredit Murah Sirna
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310803/original/066467200_1785370280-AP26210732326152.jpg)
Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4% pada 17 September 2026. Kenaikan ini menandai kebijakan moneter yang lebih lepas setelah lebih dari tiga tahun tidak ada kenaikan suku bunga. Fed mengutamakan penurunan inflasi yang masih tinggi dan berlangsung terlalu lama. Kenaikan suku bunga acuan AS memperbesar tekanan eksternal bagi perekonomian Indonesia, mempersempit ruang Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga kredit. Jika BI menahan suku bunga acuan demi stabilitas rupiah, penurunan bunga kredit akan terhambat, sehingga ekspansi kredit di sektor properti, otomotif, dan investasi berpotensi melambat. Selain itu, kenaikan Fed Funds Rate berisiko menekan nilai tukar rupiah dan memicu arus modal keluar karena imbal hasil aset berbasis dolar AS menjadi lebih menarik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 September 2026 pukul 11.03
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.55
Utang Luar Negeri RI dalam Dolar Terus Merosot, Lari ke Mata Uang Ini
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.38
Thomas Djiwandono Dukung Suahasil Nazara Perkuat Sinergi BI-Kemenkeu
Detik.com · 15 September 2026 pukul 16.24
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.004 T
Berita terkait
Destry Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Tak Jelek, Ini Buktinya!
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.01
Ekonomi RI Kalah Ngebut dari Vietnam, Tapi Destry Punya Kabar Baik
Detik.com · 3 September 2026 pukul 11.44
Tantangan Destry Menjaga BI Tetap Kredibel di Tengah Tekanan Ekonomi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.34
Destry Beberkan Kekuatan Ekonomi RI, Tapi Kredit Masih Jadi PR
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.26