Freeport Lepas 12 Persen Saham ke RI Gratis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan bahwa proses pengalihan saham tambahan sebesar 12 persen dari Freeport-McMoRan (FCX) ke Indonesia dilakukan tanpa biaya. Peralihan ini akan berlaku pada tahun 2041 setelah perpanjangan kontrak yang disepakati pada Februari 2026. Tony menegaskan bahwa tidak ada jual beli dalam transaksi ini, berbeda dengan rencana sebelumnya yang mengharuskan penggantian biaya pro-rata.
Kesepakatan ini tertuang dalam Nota Kesepahaman (MOU) antara Freeport dan Pemerintah Indonesia, yang juga mencakup perpanjangan masa pakai hak operasi sumber daya di distrik mineral Grasberg. Menurut perjanjian, FCX akan mempertahankan kepemilikan saham sebesar 48,76 persen hingga 2041 dan sekitar 37 persen mulai tahun 2042.
Tony Wenas menekankan pentingnya perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebagai faktor krusial untuk keberlanjutan operasi pertambangan. Tanpa kepastian izin sejak dini, perusahaan kesulitan melakukan investasi jangka panjang untuk pengembangan tambang bawah tanah. Sebagai contoh, tambang bawah tanah Grasberg yang mulai produksi pada 2016-2017 telah dipersiapkan sejak 2004, menunjukkan perlunya perencanaan jauh sebelum izin berakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.50
Freeport Lepas 12% Saham ke RI Setelah 2041 Tanpa Biaya
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.25
Sektor Pertambangan dan Konstruksi Dongkrak Pendapatan 35 Persen
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 14.18
Asing Kembali Borong Saham, Net Buy Rp112,88 Miliar di Sesi I
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.00
Freeport Setor Rp 75 Triliun ke RI Sepanjang 2025
Berita terkait
Freeport Indonesia Produksi 276.000 Ons Emas di Semester I 2026
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.12
Permintaan Kopi-Besi Loyo, Ekspor Pertanian dan Tambang RI Turun 2 Digit
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.00
Saham AADI, ADRO, hingga PTBA Loyo Usai Anak Usaha Dilarang Garap Tambang
Detik.com · 29 September 2026 pukul 11.37
Usai Haji Isam Beli Saham, BYAN Buka-Bukaan Soal Posisi Low Tuck Kwong
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 06.20