Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Freeport Proyeksi Setoran ke Negara Tembus Rp 120 T Mulai 2028

PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan penerimaan negara dari kegiatan pertambangan mencapai USD 8 miliar (Rp 120 triliun) per tahun mulai 2028. Proyeksi ini didasarkan pada pemulihan produksi Grasberg setelah longsor material basah pada September 2025. Pada 2026, penerimaan negara diproyeksikan USD 2,6 miliar (Rp 40 triliun), naik menjadi USD 4,6 miliar (Rp 81,30 triliun) pada 2027. Sumber dana utama meliputi pajak, PNBP, dividen, dan pungutan lainnya dengan asumsi harga tembaga USD 4,75 per pound dan emas USD 4.000 per ons.

Produksi bijih tambang diproyeksikan meningkat dari 124.000 ton per hari pada 2026 (65% kapasitas) menjadi 208.000 ton per hari pada 2028 (98% kapasitas). Produksi tembaga naik dari 800 juta pound pada 2026 menjadi 1,6 miliar pound pada 2028. Produksi emas ditargetkan mencapai 1,3 juta troy ons (39-40 ton) per tahun pada 2028.

Freeport juga mengembangkan tambang Kucing Liar dengan investasi Rp 25 triliun dari total Rp 72 triliun hingga 2033. Tambang ini diproyeksikan mulai berproduksi pada 2029. Pemulihan produksi terkait dengan rekonstruksi Grasberg Block Caving yang mengalami longsor tahun lalu.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait