G20 Tolak Pangan Jadi Senjata buat Mengancam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso (Busan), menyatakan pada Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, AS, bahwa negara anggota menolak penggunaan komoditas pangan sebagai alat tekanan geopolitik. Pangan dianggap terkait kelangsungan hidup sehingga penekanan melalui pangan tidak dapat dibenarkan. Selain itu, G20 sepakat menangani isu kelebihan kapasitas, kerja paksa, dan tarif MFN WTO dengan kolaborasi bersama. Busan menekankan penilaian excess capacity harus berbasis bukti spesifik per sektor, bukan label politik. Indonesia menerapkan tiga pendekatan: diagnosis komprehensif, perlindungan tanpa ketegangan, dan transformasi melalui kerja sama. Prinsip MFN perlu dipertahankan untuk menjaga kepastian perdagangan internasional. Terkait kerja paksa, Indonesia menegaskan komitmen penghapusan kerja paksa sebagai perlindungan hak pekerja, bukan instrumen politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 17.30
Mendag: G20 Sepakat Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Politik
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 17.14
Menteri Perdagangan Forum G20 Bahas Isu Excess Capacity-Kerja Paksa
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 06.15
Tok! G20 Tolak Komoditas Pangan Jadi Alat Ancaman Politik
Berita terkait
Mendag hadiri G20 TMM suarakan kepentingan perdagangan nasional
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 06.59
Selain NATO dan Pakta Mekkah, Turki Bangun Koalisi dengan 2 Negara Pecahan Soviet
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 14.15
Iran Babak Belur Dibombardir Amerika & Israel, Rusia Hanya Beri Bantuan Diplomatik
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 13.11
Mengandalkan Pembekuan Cepat, Begini Cara Kanzler Menjaga Nugget Tanpa Pengawet
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 10.00