Menteri Perdagangan Forum G20 Bahas Isu Excess Capacity-Kerja Paksa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, menghadiri pertemuan G20 Trade Ministers Meeting (TMM) dan membahas tiga isu utama: excess capacity, kerja paksa, serta tarif MFN WTO. Indonesia menekankan penilaian excess capacity harus berbasis bukti sektor spesifik, dengan tiga pendekatan: diagnosis komprehensif, perlindungan tanpa ketegangan menggunakan instrumen perdagangan, serta transformasi melalui kerja sama. Terkait kerja paksa, Indonesia telah mereksa 9 dari 10 Konvensi ILO Fundamental dan mengatur larangan impor hasil kerja paksa melalui Permen Dagang No. 9/2026. Indonesia juga berkomitmen dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan EFTA dan Uni Eropa untuk menghapus kerja paksa. Menteri Budi menegaskan pentingnya mempertahankan prinsip MFN WTO untuk menjaga kepastian perdagangan non diskriminatif. Selain itu, para menteri G20 menyepakati menolak penggunaan pangan sebagai instrumen tekanan geopolitik, sebab pangan berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 06.15
Tok! G20 Tolak Komoditas Pangan Jadi Alat Ancaman Politik
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 17.30
Mendag: G20 Sepakat Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Politik
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 12.46
Mendag sebut G20 TMM tolak pangan sebagai alat tekanan geopolitik
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 17.30
G20 Tolak Pangan Jadi Senjata buat Mengancam
Berita terkait
Heboh Kabar ABK Kapal Ikan Disiksa Gegara Tak Capai Target, KKP Buka Suara
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 16.26
Mengandalkan Pembekuan Cepat, Begini Cara Kanzler Menjaga Nugget Tanpa Pengawet
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 10.00
Heroisme Zeni ke Bulir Padi
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 19.10
Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras di Retail-Pasar dalam Kondisi Aman
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.11