Guru Besar UGM: Denny Indrayana Bangun Gugatan dengan Ciamik, Gibran Dipaksa Harus Menghadirkan...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gugatan Denny Indrayana terhadap Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai memiliki konstruksi argumentasi hukum yang kuat oleh Guru Besar Ilmu Hukum UGM, Zainal Arifin Mochtar. Menurut Zainal, gugatan tidak bisa disolve dengan respons politik semata, melainkan perlu dijawab dengan argumentasi hukum yang solid. Gugatan ini memfokuskan pada dugaan ketidaklengkapan syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu 2024, yang mengacu pada ketentuan minimal SLTA sesuai Undang-Undang Pemilu. Denny dan timnya meminta MK untuk mendiskualifikasi Gibran, mencabut keputusan kemenangan hingga pelantikannya, dan mengadakan sidang pemilu baru untuk memilih wakil presiden pengganti. Zainal menilai pendekatan menggeser isu ke ranah pemenuhan syarat pencalonan ini ciamik dan perlu dibuktikan secara hukum di sidang MK. Bagbagi Gibran, tantangan terbesar bukan hanya menjawab kritik politik, tetapi juga membantah dalil hukum yang menjadi fondasi gugatan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 23 September 2026 pukul 13.00
Pencalonan Digugat ke MK, Pendukung Gibran Ungkit Payment Gateway Denny Indrayana
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 06.35
KPU Sebut Gugatan PHPU Ijazah Gibran Terlambat 905 Hari
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 05.47
Denny Indrayana Soroti Bawaslu Tak Bisa Akses Dokumen Pencalonan Gibran
Detik.com · 24 September 2026 pukul 00.21
Militan 08 Sebut Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Bukan Wewenang MK
Berita terkait
Anies hingga Ganjar, Nama-Nama Ini Muncul dalam Perjalanan Gugatan Ijazah Gibran
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 00.00
Kenapa Baru Sekarang Gugat Ijazah Gibran? Denny Indrayana: MK Tetapkan Keadaan Khusus...
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 17.43
Mahfud MD Blak-blakan Alasan Ogah Gabung Denny Indrayana Gugat Wapres Gibran
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 16.47
Ketua Relawan Jokowi sebut Gugatan Denny Indrayana Cuma Guyonan Politik, 'Orang Paham Hukum Lagi Belajar Politik'
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 16.32