Habib Bahar Smith Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor, Akademisi UI: Bersuara Keras itu Hak, Tapi Jangan Jadi Hakim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Habib Bahar Smith mengancam akan membakar pabrik minuman beralkohol di Citeureup, Bogor, jika perusahaan tidak menghentikan produksi. Ia mengaku melakukannya untuk mencegah dampak minuman keras terhadap generasi muda. Pihak perusahaan sempat bertemu dengan massa dan mengaku akan mengirimkan surat ke Pemkab Bogor untuk meminta pabrik ditutup. Pengamat UI, Devie Rahmawati, menilai masyarakat berhak melakukan kontrol sosial melalui kritik dan demonstrasi, namun menekankan bahwa ancaman kekerasan tidak lagi dikategorikan sebagai hak aspirasi. Ia menyarankan penggunaan mekanisme hukum yang sah seperti data, dialog, dan desak proses, serta menghindari menjadi "hakim sendiri" dalam mengadili perusahaan atau pekerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 19.19
Pengamat Sosial Nilai Masyarakat Berhak Jadi Pengawas, Bukan Hakim
Berita terkait
Pertahanan Semesta dan Wajib Militer
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 16.22
Revisi UU Pemilu Harus Konsisten dengan Putusan MK dan Menjamin Kompetisi Politik yang Adil
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 12.51
Indonesia Perlu Partai Oposisi yang Kuat
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 12.44
Anwar Abbas Serukan Partai Oposisi Kuat, Sebut Demokrasi Tanpa Oposisi Hambar
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 12.26