Habib Bahar Smith Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor, Akademisi UI: Bersuara Keras itu Hak, Tapi Jangan Jadi Hakim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Habib Bahar Smith mengancam akan membakar pabrik minuman beralkohol di Citeureup, Bogor, jika perusahaan tidak menghentikan produksi. Ia mengaku melakukannya untuk mencegah dampak minuman keras terhadap generasi muda. Pihak perusahaan sempat bertemu dengan massa dan mengaku akan mengirimkan surat ke Pemkab Bogor untuk meminta pabrik ditutup. Pengamat UI, Devie Rahmawati, menilai masyarakat berhak melakukan kontrol sosial melalui kritik dan demonstrasi, namun menekankan bahwa ancaman kekerasan tidak lagi dikategorikan sebagai hak aspirasi. Ia menyarankan penggunaan mekanisme hukum yang sah seperti data, dialog, dan desak proses, serta menghindari menjadi "hakim sendiri" dalam mengadili perusahaan atau pekerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 19.19
Pengamat Sosial Nilai Masyarakat Berhak Jadi Pengawas, Bukan Hakim
Berita terkait
Respons Rencana Demo 27 Agustus, KAMMI Tolak Upaya Provokasi Pecah Belah Bangsa
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 23.31
Sikapi Situasi Demokrasi Terkini, KAMMI Nyatakan Tolak Upaya Provokasi yang Memecah Belah Persatuan Bangsa
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 21.43
Sikapi Situasi Demokrasi Terkini, KAMMI Tolak Upaya Provokasi yang Memecah Belah Persatuan Bangsa
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 21.43
KAMMI Serukan Persatuan, Ingatkan Kritik Jangan Sampai Memecah Rakyat
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 21.22