Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Hampir 70 Persen Ekspor Rumput Laut ke China Masih Berupa Rumput Laut Kering

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hampir 70 persen ekspor rumput laut Indonesia ke China masih berupa rumput laut kering, menunjukkan peluang besar untuk hilirisasi domestik. Pada 2025, produksi rumput laut mencapai 11,6 juta ton, naik 18,27 persen dari tahun sebelumnya, dengan rata-rata produksi periode 2020-2025 sekitar 9,86 juta ton per tahun. Ekspor rumput laut Indonesia pada 2025 mencapai 242 ribu ton dengan nilai USD 315 juta, dengan China sebagai pasar utama yang dominasi rumput laut kering.

Rumput laut menyumbang sekitar 42 persen dari total produksi perikanan nasional dan melibatkan lebih dari 200 ribu pembudidaya, mendukung lebih dari 1 juta penduduk. Indonesia memiliki sekitar 1.000 spesies rumput laut, meski hanya enam jenis yang dibudidayakan komersial. Produksi didominasi oleh Kappaphycus alvarezii (62,58 persen), Eucheuma denticulatum (20,78 persen), dan Gracilaria (16,62 persen).

Meskipun Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia dan eksportir utama Eucheuma dan Gracilaria, sebagian besar ekspor masih berupa bahan baku kering. Pengolahan hanya sebagian kecil menjadi produk turunan primer seperti karagenan, agar, dan alginat. Pengembangan produk turunan sekunder untuk industri farmasi, kosmetik, dan bioplastik masih belum optimal. KKP menghadapi tantangan seperti kualitas bibit, fluktuasi harga, logistik, pembiayaan, dan tata kelola lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, KKP menyiapkan rencana aksi pengembangan rumput laut dari hulu ke hilir.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait