Iran Bersumpah akan Lawan Tekanan Ekonomi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran menegaskan akan melawan tekanan ekonomi dari AS dengan segala cara, termasuk sanksi yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 20 Agustus. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa Teheran telah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi skenario ini dan memperingatkan negara-negara yang mendukung aksi AS akan menghadapi konsekuensi. Sanksi baru AS dianggap melanggar Piagam PBB dan merupakan bentuk penegasan kedaulatan ekstra-teritorial yang ilegal. Konflik Iran-AS masih belum terselesaikan meski kedua belah pihak tidak bertempur secara langsung, dengan AS mengandalkan tekanan ekonomi. Pada Februari, serangan silang antara Iran dan AS terjadi, diikuti dengan penandatanganan MoU untuk mengakhiri permusuhan pada Juni, namun konflik kembali fluktuasi. Iran dan Oman sedang merundingkan mekanisme keamanan Selat Hormuz untuk menjamin navigasi, meski pembukaan jalur komersial masih menunggu syarat terhadap AS. Iran menegaskan tidak ada kesepakatan gencatan senjata dengan AS meski serangan mereda, dan memprioritaskan pengakuan atas kendali Selat Hormuz.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
Iran Ancam Negara yang Ikut Sanksi AS: Akan Kami Anggap Musuh
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 23.00
Donald Trump Sesumbar Lagi, Tuduh Iran Sedang "Runtuh Total"
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.55
AS Memulai Operasi Economic D-Day untuk Mengisolasi Iran Secara Ekonomi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.58
Di Tengah Kesulitan Ekonomi, Iran Pilih Gandakan Produksi Senjata
Berita terkait
Mencekik Iran, AS Tercekik
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.00
Saat Iran Ingin Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 20.34
Trump Sebut Iran Belum Siap Membuat Kesepakatan yang Tepat
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.24
Trump Ancam Negara Pendukung Iran, Teheran Sebut AS Telah Gagal
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.02